Banyak sekali perbedaan yang sangat kontras di dunia pendidikan daerah perkotaan dengan daerah terpencil. Sebuah film yang berjudul “Laskar Pelangi” menjadi sebuah contoh realita pendidikan di pelosok Indonesia. Sebagai pejalan, gambaran dari film tersebut sering kali kami saksikan sendiri misalnya ketika kami melakukan perjalanan dari desa ke desa di kaki-kaki gunung atau ketika hendak mendaki, atau kawasan pelabuhan rakyat ketika ingin menyebrang dari satu pulau kecil ke pulau kecil lain.

Akses yang terbatas membuat masyarakatnya hidup dalam kebutaan informasi, kegagapan berinovasi, dan distorsi kognisi. Kesederhanaan yang dijalani, berangsur menjadi menjadi sebuah kepasrahan yang memenjarakan. Pada mereka umbi tanah hanya sesederhana bahan pangan yang tak mungkin menjadi bahan bakar alternatif, karena ada pengetahuan lain yang tak sampai kepada mereka.

Segala keterbatasan itu terlihat jelas pada anak-anak. Tidak hanya soal tidak berani bercita-cita, tetapi sering kali anak tidak tahu harus bercita-cita sebagai apa. Bagi mereka kehidupan orang dewasa hanyalah terbatas pada apa yang bisa mereka lihat di sekitar lingkungan mereka. Di kota, anak dengan bakat menggambar misalnya akan lebih mudah mengutarakan desain grafis sebagai cita-cita mereka. Sedangkan anak daerah, bakat itu sering kali harus terkubur karena mereka tidak tahu bahwa ada hal yang bisa mereka capai melalui bakat mereka.

Kami percaya bahwa kesederhanaan adalah nilai kehidupan, bukan tempurung yang memenjarakan inovasi dan perkembangan diri. Masih banyak saudara kita yang hidup dengan kondisi demikian, dengan kesempatan mengembangkan diri yang terbatas. Untuk itu, kami para traveler berusaha membuat sebuah gerakan, melakukan apa yang kami bisa lakukan. Berbagai posisi sulit kehidupan ala daerah terpencil yang kami lihat sendiri, menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk bisa berperan aktif mengurai kusut dari benang yang dimiliki saudara-saudara kita di daerah. Sekolah Petualang hadir sebagai wahana untuk menjembatani mereka melompati batas-batas itu. Wahana yang kami perjuangkan melalui apa yang kami bisa lakukan.

Fokus Kegiatan
Fokus kami adalah pada pendidikan untuk memaksimalkan tahap pengembangan karir anak di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar), atau sekolah dasar yang menurut Dinas Pendidikan setempat termasuk masih tertinggal. Karir bukanlah semata-mata sebuah proses individu mencari dan melakukan sebuah pekerjaan. Lebih dari itu, karir merupakan tahap perkembangan dengan tugas perkembangan khusus, dimana teori ini disebut dengan vocational development atau perkembangan karir yang dikembangkan oleh Donald E. Super pada awal 1940-an (Isaacson & Brown, 1997). Perkembangan karir itu sendiri merupakan sebuah proses yang terjadi sepanjang hidup secara bertahap.

Tema Kegiatan
Kegiatan ini bernama “SEKOLAH PETUALANG” yang mengangkat persoalan pengembangan karier bagi anak-anak di daerah-daerah tertinggal dan merupakan aksi sosial komunitas para pejalan untuk turut berkontribusi menanggapi isu tersebut.

Tujuan Kegiatan
– Membantu perkembangan karir anak di daerah pada tahap growth dengan memberi wawasan baru kepada anak-anak sekolah dasar dari daerah-daerah mengenai berbagai jenis profesi dan membimbing mereka dalam bersikap terhadap proses pengembangan karier mereka.
– Memberikan kesempatan anak sekolah dasar dari daerah-daerah untuk belajar di luar zona nyaman mereka, agar mereka lebih cakap untuk bersosialisasi dengan dunia luar
– Menjadikan peserta didik yang terpilih mengikuti program ini sebagai agen penebar inspirasi di sekolahnya masing-masing.

Sasaran Kegiatan
– Anak SD kelas 5 dari berbagai daerah di Indonesia
– Komunitas Traveling
– Pelajar dan Mahasiswa

Jumat, 24 Maret 2017 :
Opening Sekolah Petualang (Asrama)

Sabtu, 25 Maret 2017 :
Kelas Inspirasi dengan mengundang tokoh berprestasi untuk memberikan gambaran kepada anak tentang bagaimana mencapai sebuah prestasi (Asrama)
Edutainment yang berupa interaksi bersama komunitas dengan program yang dirancang berdasarkan tema yang tentukan oleh panitia (Asrama)

Minggu, 26 Maret 2017 :
Talkshow video interaktif tentag beragai profesi (Asrama)
Pengenalan profesi sambil bermain (Kidzania)

Senin, 27 Maret 2017 :
Pengenalan profesi secara langsung ke perusahaan (to be confirmed)
Pentas seni bermain peran sebagai profesi tertentu oleh anak – anak dan guide (Asrama)
Closing Sekolah Petualang (Asrama)

Penanggung Jawab
Andri Septian
Arga Tyas Asmoro

Ketua Eksternal
Inocencus Evan Boediono

Ketua Internal
Haryo Sutejo

Sekretaris
Pamelia Damayanti

Finance Koordinator : Fikha Fininda
Sponsorship : Dini Septa A
Fundraising : Windy Oktavianie
Riduan Aldina
Annisa Isnur Aini

Recruitment Koordinator : Alviani Devi
Recruitment Anak : Pebiningrum
Recruitment Guide : Muchtar Almas
Event Koordinator : Riani Ayuningtyas
Acara : Indri Permata S
Dewi Suryani
Christy Desmita N
Nurul Arrifa
Faiqoh

Public Relation Koordinator : Idha Umamah
Marketing Komunikasi : Donna Tambayong
Komunitas : Astrid
Publikasi : Aprian S
Dokumentasi : Icha
Informasi : Selvia NZ
Desainer : Imam A

Facilities Service Koordinator : Dirgantara Made
Perlengkapan : Anugerah Ramadhan
Lapangan & transport : Adon
Konsumsi : Fitri Agustin
Medis : Ririn Afriani



filoadmin

1 Comment

    • Syifahanggyalevi Almanda

      Bagaimana caranya jika saya ingin menjadi bagian dari panitia ataupun guru dari sekolah petualang?

      reply

Leave a Comment