INDONESIA amatlah luas, terdiri atas puluhan provinsi hingga pulau pulau yang membentuk suatu gugusan. Kepulauan nusantara yang terbentang dalam keberagaman wilayah geografis ini menjadikan Indonesia kaya akan berbagai hal, baik sumber daya alam, bahasa, ataupun budaya. Namun di sisi lain, kelebihan tersebut mampu menjadi permasalahan kompleks apabila tidak dapat disikapi atau dikelola dengan bijak oleh berbagai pihak negeri ini.

Dalam satu negara ada beberapa aspek penting dimana salah satunya adalah pendidikan di negara tersebut. Beberapa hari yang lalu kita baru saja memperingati Hari Guru Nasional tepat pada tanggal 25 November, namun bagaimana kabar pendidikan di Indonesia saat ini?

Banyak sekali perbedaan yang sangat kontras di dunia pendidikan daerah perkotaan dengan daerah terpencil. Sebuah film yang berjudul “Laskar Pelangi” adaptasi dari novel karya Andrea Hirata menjadi sebuah contoh realita pendidikan di pelosok Indonesia. Pada film ini diceritakan sebuah perkampungan di Bangka Belitung yang masih terpelosok dan terbatasnya sarana prasarana pendidikan khususnya bagi kaum marginal di daerah tersebut. Contoh dalam film ini menjadi sebuah tolak ukur dan sample dari sebagian kondisi lain yang sama naasnya dan masih terjadi sampai saat ini.

Di mata para pejalan, potret suasana pendidikan yang sama juga sering kali tergambar dalam setiap perjalanan ke desa kaki-kaki gunung ketika hendak mendaki, desa-desa terpencil ketika melakukan roadtrip, atau kawasan pelabuhan rakyat ketika ingin menyebrang backpacking dari satu pulau kecil ke pulau kecil lain.

Kegiatan ini bernama “SEKOLAH PETUALANG”, mengangkat isu klasik pendidikan yang kerap kali terjadi di daerah-daerah tertinggal di satu sisi, dan merupakan aksi sosial komunitas para pejalan untuk turut berkontribusi menanggapi isu tersebut di sisi lain.

Maksud dan Tujuan:
– Memberikan kesempatan anak sekolah dasar dari daerah terpencil untuk belajar di luar zona nyaman mereka, agar mereka lebih cakap untuk bersosialisasi dengan dunia luar
– Memberikan wawasan baru anak kepada sekolah dasar dari daerah terpencil mengenai berbagai jenis profesi yang ada di dunia ini, sehingga mereka akan lebih percaya diri untuk belajar meraih cita-cita
– Menjadikan peserta didik yang terpilih mengikuti program ini sebagai agen penebar inspirasi di sekolahnya masing-masing
– Meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak muda, akan kondisi pendidikan di pelosok sehingga nantinya diharapkan dapat ikut berpartisipasi mengadakan kegiatan lain yang serupa untuk merespon permasalahan yang terjadi di sekitarnya
– Menjalin jejaring antar sesama pemuda kreatif Indonesia

Sasaran Kegiatan:
– Anak SD kelas 3 – 6 dari daerah terpencil di Garut dan Pandeglang
– Masyarakat umum usia 18 – 50 tahun Laki-laki dan Perempuan
– Komunitas Filosantara
– Komunitas Traveling
– Komunitas Pendaki Gunung
– Pelajar dan Mahasiswa

Sekolah Petualang merupakan program inspiratif atas inisiasi para traveller-enthusiast yang dikemas dalam sebuah perjalanan wisata edukatif untuk memotivasi anak-anak sekolah dasar terpilih dari daerah terpencil.
Sekolah Petualang, layaknya miniatur sekolah, maka setiap anak terpilih akan didampingi guide sebagai guru pembimbing dalam petualangan belajarnya dari satu tempat ke tempat lain dan keluarga angkat yang siap menanamkan nilai-nilai luhur kekeluargaan ketika sekolah usai. Petualangan belajar hari pertama akan dihabiskan di Taman Warga Satwa Ragunan bersama komunitas kreatif berkeliling dan membuat kamus bahasa inggris mengenai nama-nama binatang, kemudian setelah itu menuju Kidzania untuk mengajak peserta didik bermain peran melalui profesi-profesi yang dicita-citakannya. Petualangan belajar hari kedua, peserta didik akan mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah bersama komunitas pelukis untuk berkeliling ke miniatur negeri tempat mereka lahir dan belajar melukiskannya dalam sebuah kertas.
Program ini akan mengenalkan peserta didik dengan dunia belajar di luar zona nyamannya.

Kegiatan Acara:
– Performing Art: Tari Tradisional, Dongeng (Monolog), Musik dari Anak Jalanan, Sulap
– Wisata edukatif
– Temu komunitas: komunitas kreatif, komunitas pendongeng, komunitas sulap

Waktu dan Tempat:
Acara akan berlangsung tanggal 12-14 Februari 2016 bertempat di Kidzania, Taman Mini Indonesia Indah dan Taman Margasatwa Ragunan.


Rundown Acara Pra-Event

3 Desember 2015 Pengumuman open recruitment Host Fam (Keluarga Angkat) dan Guide (Guru Pembimbing) untuk umum
14 Desember 2015 Proses seleksi anak-anak SD
9 Januari 2016 Proses seleksi Host Fam dan Guide.

Rundown Acara Main Event
Jumat, 12 Februari 2016
01.00 – 08.00 Penjemputan anak-anak SD terpilih
08.00 – 15.00 Perjalanan kembali ke Jakarta dari daerah-daerah penjemputan
16.00 – 19.00 Opening Ceremony
 Performing Art
 Sambutan untuk sponsor, donatur, dan tamu undangan
 Pembagian kelompok untuk Guide dan Host Fam
 Ramah Tamah
19.00 – 20.00 Perjalanan menuju rumah Host Fam masing-masing

Sabtu, 13 Februari 2016
06.00 – 08.00 Penjemputan anak-anak ke rumah Host Fam
08.00 – 13.00 Berbagi inspirasi di Taman Margasatwa Ragunan bersama komunitas pendongeng
13.00 – 17.00 Berbagi inspirasi di Taman Mini Indonesia Indah bersama komunitas penggambar
17.00 – 19.00 Perjalanan kembali ke rumah Host Fam masing-masing

Minggu, 14 Februari 2016
06.00 – 08.00 Penjemputan anak-anak ke rumah Host Fam
08.00 – 16.00 Berbagi inspirasi di Kidzania
16.00 – 19.00 Closing Ceremony
 Performing Art
 Penampilan dari anak SD terpilih
 Penyerahan anak-anak SD terpilih dari Host Fam ke panitia
 Ramah Tamah

filoadmin

Leave a Comment