
Adalah Gehasi Samuel Gaman, teman kecil selama menunaikan tugas pemberdayaan masyarakat di Desa Kapadiri, kab. Raja Ampat, yang hingga saat ini selalu saya ingat betul sosoknya. Bagi saya, teman kecil yang biasa dipanggil Gasi ini berhasil menanamkan sesuatu yang tidak biasa selama lima bulan kami bermain dan belajar bersama. Seperti kebanyakan anak kecil yang hidup di desa yang akrab dikategorikan desa 3T (terpencil, terluar, dan terdepan), pendidikan mungkin bukan sesuatu yang utama dibanding dengan kegiatan membantu orang tua atau sekadar bermain. Hal yang wajar apabila kita menilik fasilitas pendidikan yang seringnya terbatas dan tak memadai.
Namun, Gasi membuat saya yakin bahwa ia berbeda, ia memiliki keinginan dan harapan yang kuat mengenai pendidikannya sendiri. Dengan segala ketiadaan, seperti listrik ataupun fasilitas pendidikan yang memadai, Gasi memilih tetap semangat belajar. Sebelum dan sesudah sekolah Gasi kerap mengantar dan menjemput kedua orangtuanya menggunakan sampan menuju kebun yang memang mesti ditempuh lewat laut. Namun, alih-alih bermain atau beristirahat sehabis menggenapkan rutinitas yang menyita tenaganya seharian, ia justru memilih untuk belajar bersama saya. Semangat yang tak kunjung redup dalam segala ketiadaan atau keterbatasan itulah yang membuat saya tergerak untuk membantu Gasi memperoleh pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.
Sekolah Petualang merupakan salah satu jalan yang menurut saya mampu menjembatani Gasi mendapatkan apa yang tak pernah ia dapatkan di desa. Pengalaman dari Sekolah Petualang diharapkan mampu membakar semangatnya untuk terus belajar dan menggapai cita-citanya serta mampu menularkan semangat tersebut bagi teman-temannya yang lain. Dengan begitu, semoga terbentuk Gasi-Gasi yang lain sehingga siap membangun desa mereka sendiri menjadi lebih berdaya. Ditulis oleh Priska Andini Putri, berdasarkan pengalaman saat bertugas di Raja Ampat – Papua.
Bantu Gasi memupuk mimpi-mimpinya dengan mensupportnya mengikuti kegiatan Sekolah Petualang, saat ini Gasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk berangkat ke Jakarta bersama seorang pendamping yang akan menemani perjalanannnya dari Papua ke Jakarta hingga kembali lagi pulang.
Partisipasi donasi Anda dapat disalurkan melalui nomor rekening atas nama Fikha Fininda
Nomer Rekening 5035-208-728
Nomer Rekening 0004-764-676
*klik logo bank untuk langsung mengarahkan Anda ke halaman Internet Banking.
*cantumkan nama atau asal daerah calon peserta Sekolah Petualang pada kolom berita transfer
Narahubung/konfirmasi transfer donasi: Evi 08561341813
| Kebutuhan | Biaya | Keterangan |
|---|---|---|
| Perahu Kapadiri – Kabare, PP | Rp 800.000 | 2 Jam, |
| Penginapan di Kabare (kerabat) | Free | 1 Hari, |
| Ojek Penginapan Kabare – Bandara Kabare, PP | Rp 80.000 | 15 Menit, |
| Pesawat Peritis Bandara Kabare – Bandara Waisai, PP | Rp 570.000 | 30 Menit, |
| Ojek Bandara Waisai – Kota Waisai, PP | Rp 80.000 | 15 Menit, |
| Penginapan Kota Waisai (kerabat) | Free | 1 Hari, |
| Ojek Penginapan Waisai – Pelabuhan Waisai, PP | Rp 80.000 | 15 Menit, |
| Kapal Pelabuhan Waisai – Pelabuhan Sorong, PP | Rp 600.000 | 2 Jam, |
| Ojek Pelabuhan Sorong – Penginapan Sorong | Rp 80.000 | 20 Menit, |
| Penginapan Kota Sorong (hotel), PP | Rp 700.000 | Masing-masing 1 Hari, saat keberangkatan & pulang |
| Pesawat Bandara SOQ – Bandara Soekarno Hatta | Rp 4.000.000 | 7 Jam, |
| Komsumsi 1 kali perjalanan (3 hari), PP | Rp 380.000 | 3x makan |
| Biaya Tak Terduga | Rp 643.000 | 10% |
| TOTAL | Rp 13.503.000 per 2 orang |
USDDonatur
- 1Hamba Allah
350000Beri Donasi
- 2anonim
300000Beri Donasi


Leave a Comment